Wajah Sule dkk memang tak seganteng para personil Smash. Tapi mereka jelas lebih lucu.
Para pendukung Opera van Java rupanya kini melebarkan sayap ke dunia lain selain komedi. Mereka kini menyanyi. Lucu-lucuan, tentu saja. Toh 'lagu' pertama yang mereka rilis adalah parodi lagu yang sedang naik daun saat ini yang dipopulerkan oleh boyband Sm*sh, I Heart You.
Bukan hanya liriknya yang dipelesetkan ("You know me so well" menjadi "Bibirmu dower"), mereka pun memparodikan video klipnya. Ehm, maksudnya, memparodikan sebagian kecil video klipnya. Sisanya ya adegan komedi ala OVJ. Apalagi di video klip parodi ini mereka menggunakan 'model video klip' yang tak biasa: seekor ular dan buaya. Hidup pula. Bayangkan saja reaksi Nunung saat melihat dua binatang buas tersebut. Kira-kira dia ngompol lagi kah?
Tonton saja videonya di bawah, lalu putuskan, apakah Anda lebih suka I Heart You versi Smash, atau Cenat-Cenut versi OVJ?
Sumber : http://id.omg.yahoo.com/blogs/video-parodi-i-heart-you-ala-ovj-blog_editor-67.html
Wajah Sule dkk memang tak seganteng para personil Smash. Tapi mereka jelas lebih lucu.
Para pendukung Opera van Java rupanya kini melebarkan sayap ke dunia lain selain komedi. Mereka kini menyanyi. Lucu-lucuan, tentu saja. Toh 'lagu' pertama yang mereka rilis adalah parodi lagu yang sedang naik daun saat ini yang dipopulerkan oleh boyband Sm*sh, I Heart You.
Bukan hanya liriknya yang dipelesetkan ("You know me so well" menjadi "Bibirmu dower"), mereka pun memparodikan video klipnya. Ehm, maksudnya, memparodikan sebagian kecil video klipnya. Sisanya ya adegan komedi ala OVJ. Apalagi di video klip parodi ini mereka menggunakan 'model video klip' yang tak biasa: seekor ular dan buaya. Hidup pula. Bayangkan saja reaksi Nunung saat melihat dua binatang buas tersebut. Kira-kira dia ngompol lagi kah?
Tonton saja videonya di bawah, lalu putuskan, apakah Anda lebih suka I Heart You versi Smash, atau Cenat-Cenut versi OVJ?
Sumber : http://id.omg.yahoo.com/blogs/video-parodi-i-heart-you-ala-ovj-blog_editor-67.html
Sekedar buat instrospeksi diri, sejauh manakah kita ingat shalat. Mudah-mudahan video ini bisa jadi pemacu kita untuk senantiasa shalat tepat pada waktunya. Video tersebut saya ambil dari facebook Raja Zai Ul Haq.
Dalam video ini dikisahkan tiga orang pemuda - Nawaf, Badar dan salah satu temannya lagi - sedang mengendarai sebuah mobil dan tiba-tiba ada kendaraan lain yang menabraknya. Dikisahkan bahwa Nawaf dan Badar meninggal. Digambarkan bagaimana sebelum meninggal dimana keduanya bertemu dengan waktu shalat. Badar menyesal karena tidak shalat sedangkan Nafaf tersenyum karena sebelumnya shalat meskipun sedang asyik bermain speedboat.
Kisah yang sama ditunjukan pada penumpang mobil yang menbraknya yaitu Sara. Sara menyesal karena sebelumnya tidak shalat malah asyik bermain laptop.
Bagaimana dengan kita? Mudah-mudahan dengan melihat video di atas, kita tersadar akan kelemahan kita. Jangan sampai kita meninggalkan Shalat.
Sekedar buat instrospeksi diri, sejauh manakah kita ingat shalat. Mudah-mudahan video ini bisa jadi pemacu kita untuk senantiasa shalat tepat pada waktunya. Video tersebut saya ambil dari facebook Raja Zai Ul Haq.
Dalam video ini dikisahkan tiga orang pemuda - Nawaf, Badar dan salah satu temannya lagi - sedang mengendarai sebuah mobil dan tiba-tiba ada kendaraan lain yang menabraknya. Dikisahkan bahwa Nawaf dan Badar meninggal. Digambarkan bagaimana sebelum meninggal dimana keduanya bertemu dengan waktu shalat. Badar menyesal karena tidak shalat sedangkan Nafaf tersenyum karena sebelumnya shalat meskipun sedang asyik bermain speedboat.
Kisah yang sama ditunjukan pada penumpang mobil yang menbraknya yaitu Sara. Sara menyesal karena sebelumnya tidak shalat malah asyik bermain laptop.
Bagaimana dengan kita? Mudah-mudahan dengan melihat video di atas, kita tersadar akan kelemahan kita. Jangan sampai kita meninggalkan Shalat.
Ada apa sebenarnya dengan Ibu Prita Mayasari dan Manohara. Sebenarnya keduanya tidak ada kaitan apapun, namun saya disini membuat posting sekaligus karena kedua nama tersebut sedang rame-ramenya diberitakan di media.
Siapa sih Prita Mayasari. Ibu dari dua balita itu dipenjara sejak Rabu 13 Mei lalu, terpisah dari si bungsu berusia setahun tiga bulan yang masih memerlukan ASI dan si sulung yang baru tiga tahun. Dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Hanya karena e-mail berisi keluhan tentang pelayanan rumah sakit. Detik.com banyak memberitakan beliu, coba saja search di detik.com.
Dalam batas kemampuannya, seorang ibu menyuarakan keluhannya dengan berbagi pengalaman melalui sarana yang dia pahami dan kuasai. Dia kirimkan e-mail kepada beberapa temannya. Sebuah bentuk komunikasi yang lazim di antara warga masyarakat modern. Kemudian e-mail itu menyebar.
Persoalan tak akan meluas jika pihak yang disebut dalam keluhan itu menyelesaikan persoalan secara bijak, dengan pendekatan yang manusiawi, kemudian mengumumkan bahwa persoalan telah diselesaikan bersama.
Akan tetapi yang terjadi adalah kriminalisasi. Ibu dari dua anak balita itu, namanya Prita Mulyasari, oleh pihak yang dia keluhkan, yakni Rumah Sakit Omni International, Alam Sutera, Tangerang, dihadapi melalui gugatan perdata dan sekaligus pidana. Selama proses persidangan, ibu itu dikurung dalam bui di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, terpisah dari keluarganya, dari anak-anaknya
Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi http://ibuprita.suatuhari.com/ Yang ingin tahu redaksi suratnya klik disini, maaf just sharing Ada juga surat dukungan buat beliau disini
Yang suka baca detik.com, pasti banyak sekali artikel dan beritanya, silahkan simak dan search sendiri ya...
Beralih ke cerita Manohara. Barangkali tidak perlu terlalu jauh menceritakan siapa Manohara, karena pembaca pasti sudah banyak tahu tentang mano. disini aku mau share video detik-detik pembebasan Manohara di Singapura. Ini dia Vedionya :
Part 1
Part 2
Tak Perlu panjang lebar barangkali, simak saja beritanya di berbagai media, baik di detik.com, blog-blog ternama, facebook dan lain-lain.
Ada apa sebenarnya dengan Ibu Prita Mayasari dan Manohara. Sebenarnya keduanya tidak ada kaitan apapun, namun saya disini membuat posting sekaligus karena kedua nama tersebut sedang rame-ramenya diberitakan di media.
Siapa sih Prita Mayasari. Ibu dari dua balita itu dipenjara sejak Rabu 13 Mei lalu, terpisah dari si bungsu berusia setahun tiga bulan yang masih memerlukan ASI dan si sulung yang baru tiga tahun. Dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Hanya karena e-mail berisi keluhan tentang pelayanan rumah sakit. Detik.com banyak memberitakan beliu, coba saja search di detik.com.
Dalam batas kemampuannya, seorang ibu menyuarakan keluhannya dengan berbagi pengalaman melalui sarana yang dia pahami dan kuasai. Dia kirimkan e-mail kepada beberapa temannya. Sebuah bentuk komunikasi yang lazim di antara warga masyarakat modern. Kemudian e-mail itu menyebar.
Persoalan tak akan meluas jika pihak yang disebut dalam keluhan itu menyelesaikan persoalan secara bijak, dengan pendekatan yang manusiawi, kemudian mengumumkan bahwa persoalan telah diselesaikan bersama.
Akan tetapi yang terjadi adalah kriminalisasi. Ibu dari dua anak balita itu, namanya Prita Mulyasari, oleh pihak yang dia keluhkan, yakni Rumah Sakit Omni International, Alam Sutera, Tangerang, dihadapi melalui gugatan perdata dan sekaligus pidana. Selama proses persidangan, ibu itu dikurung dalam bui di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, terpisah dari keluarganya, dari anak-anaknya
Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi http://ibuprita.suatuhari.com/ Yang ingin tahu redaksi suratnya klik disini, maaf just sharing Ada juga surat dukungan buat beliau disini
Yang suka baca detik.com, pasti banyak sekali artikel dan beritanya, silahkan simak dan search sendiri ya...
Beralih ke cerita Manohara. Barangkali tidak perlu terlalu jauh menceritakan siapa Manohara, karena pembaca pasti sudah banyak tahu tentang mano. disini aku mau share video detik-detik pembebasan Manohara di Singapura. Ini dia Vedionya :
Part 1
Part 2
Tak Perlu panjang lebar barangkali, simak saja beritanya di berbagai media, baik di detik.com, blog-blog ternama, facebook dan lain-lain.
Ini dia kelanjutan Upin dan Ipin dalam episode "setahun kemudian". Episode ini melanjutkan 6 episode sebelumnya Upin dan Ipin seson 1, yaitu episode 7 sampai episode 18. Sperti episode sebelmnya, tema dari kelanjutan ini adalah bulan puasa namun dikemas dalam beberapa episode lebih banyak sebanyak 12 episode yaitu episode 7 sampai episode 18.
Biar tidak penasaran, saya langsung tanpilkan beberapa videonya dan dapat didownload langsung.
Untuk Episode selanjtunya, silahkan akang, teteh, abang, adik, mpok dan lain sebagainya... didownload dan lihat di rumah, seru..... dan lucu .... dan yang lebih penting lagi, banyak faedah yang bisa diambil pelajaran dar serial tersebut.
Ada juga nih koleksi lainnya, Upin dan kawan-kawan. Kebetulan aku baru punya koleksi baru sampai 4 episode yaitu Air Kolah Air Laut, Basikal Baru, Berkebun dan Gosok tak Gosok.
Silahkan download semua episodenya, lucu dan menggemaskan.
Ini dia kelanjutan Upin dan Ipin dalam episode "setahun kemudian". Episode ini melanjutkan 6 episode sebelumnya Upin dan Ipin seson 1, yaitu episode 7 sampai episode 18. Sperti episode sebelmnya, tema dari kelanjutan ini adalah bulan puasa namun dikemas dalam beberapa episode lebih banyak sebanyak 12 episode yaitu episode 7 sampai episode 18.
Biar tidak penasaran, saya langsung tanpilkan beberapa videonya dan dapat didownload langsung.
Untuk Episode selanjtunya, silahkan akang, teteh, abang, adik, mpok dan lain sebagainya... didownload dan lihat di rumah, seru..... dan lucu .... dan yang lebih penting lagi, banyak faedah yang bisa diambil pelajaran dar serial tersebut.
Ada juga nih koleksi lainnya, Upin dan kawan-kawan. Kebetulan aku baru punya koleksi baru sampai 4 episode yaitu Air Kolah Air Laut, Basikal Baru, Berkebun dan Gosok tak Gosok.
Silahkan download semua episodenya, lucu dan menggemaskan.
Sudah banyak blog-blog yang memposting Upin dan Ipin. Kebetulan aku punya koleksinya, jadi untuk meramaikan tidak apa-apa kali ya memposting Upin dan Ipin lagi. Sebelumnya saya ingin sedikit memberikan gambaran mengenai serial kartun yang sangat bagus ini.
Tapi tunggu dulu, pada postingan-postingan sebelumnya, saya menampilkan hal-hal luar biasa seperti "Misteri Crop Cicle" yang menceritakan keajaiban bentuk lingkaran, "7 Amazing Holes in the World" yang menampilakn lubang-lubang raksasa yang terbentuk di belahan dunia dan juga "Pendaratan darurat pesawat lion air JT 972" yang menampilkan detik-detik pendaratan yang luar biasa, kok sekarang malah memposting kartun? hehehe.... tidak apa-apa kali, coba aja lihat banyak sekali faedah yang bisa diambil, lucu juga :-)
Serial Upin & Ipin adalah serial kartun 3 dimensi buatan negeri tetangga Malaysia. Serial ini, menurut hasil pencarian saya adalah serial kartun yang pernah ditayangkan di TV9 Malaysia sekitar tiga tahun lalu. Wah, sudah lama juga ya, tapi insya Allah ga akan basi untuk disaksikan saat ini.
Serial yang memiliki 6 seri (masing-masing berdurasi sekitar 10 menit) ini bercerita tentang dua anak kembar yang bernama Upin dan Ipin. Mereka adalah anak yatim piatu yang tinggal bersama kakaknya yang bernama Kak Ros, dan Neneknya (disana dipanggil Opa). Di awal cerita, dikisahkan mereka sedang akan memasuki bulan Ramadhan. Dengan diumumkan melalui televisi oleh pemerintah, bahwa esok sudah bermulanya puasa. Selanjutnya dikisahkan mereka sahur, puasa di siang hari, berbuka puasa, shalat tarawih, shalat ied sampai berziarah kubur ke makam orangtua mereka. Semuanya berhasil digambarkan dengan visualisasi yang baik dan dialog-dialog yang sangat kocak, dengan logat melayu tentunya.
Pada postingan sebelumnya Upin dan Ipin , saya menampilkan video episode 1 : Esok Puase, dan inilah lanjutannya, Episode 2 : Dugaan.
Silahkan download seri-serinya di bawah ini dan ajaklah teman, saudara, keponakan, dan anak-anak anda untuk menontonnya…
Masih ada koleksi saya dari Episode 7 sampai Episode 18. Tapi untuk saat ini saya posting sampai Episode 6 dulu ya biar artikelnya tidak terlalu panjang dan enak dilihat :-). Tunggu Serial selanjutnya pada Postingan berikutnya.
Sudah banyak blog-blog yang memposting Upin dan Ipin. Kebetulan aku punya koleksinya, jadi untuk meramaikan tidak apa-apa kali ya memposting Upin dan Ipin lagi. Sebelumnya saya ingin sedikit memberikan gambaran mengenai serial kartun yang sangat bagus ini.
Tapi tunggu dulu, pada postingan-postingan sebelumnya, saya menampilkan hal-hal luar biasa seperti "Misteri Crop Cicle" yang menceritakan keajaiban bentuk lingkaran, "7 Amazing Holes in the World" yang menampilakn lubang-lubang raksasa yang terbentuk di belahan dunia dan juga "Pendaratan darurat pesawat lion air JT 972" yang menampilkan detik-detik pendaratan yang luar biasa, kok sekarang malah memposting kartun? hehehe.... tidak apa-apa kali, coba aja lihat banyak sekali faedah yang bisa diambil, lucu juga :-)
Serial Upin & Ipin adalah serial kartun 3 dimensi buatan negeri tetangga Malaysia. Serial ini, menurut hasil pencarian saya adalah serial kartun yang pernah ditayangkan di TV9 Malaysia sekitar tiga tahun lalu. Wah, sudah lama juga ya, tapi insya Allah ga akan basi untuk disaksikan saat ini.
Serial yang memiliki 6 seri (masing-masing berdurasi sekitar 10 menit) ini bercerita tentang dua anak kembar yang bernama Upin dan Ipin. Mereka adalah anak yatim piatu yang tinggal bersama kakaknya yang bernama Kak Ros, dan Neneknya (disana dipanggil Opa). Di awal cerita, dikisahkan mereka sedang akan memasuki bulan Ramadhan. Dengan diumumkan melalui televisi oleh pemerintah, bahwa esok sudah bermulanya puasa. Selanjutnya dikisahkan mereka sahur, puasa di siang hari, berbuka puasa, shalat tarawih, shalat ied sampai berziarah kubur ke makam orangtua mereka. Semuanya berhasil digambarkan dengan visualisasi yang baik dan dialog-dialog yang sangat kocak, dengan logat melayu tentunya.
Pada postingan sebelumnya Upin dan Ipin , saya menampilkan video episode 1 : Esok Puase, dan inilah lanjutannya, Episode 2 : Dugaan.
Silahkan download seri-serinya di bawah ini dan ajaklah teman, saudara, keponakan, dan anak-anak anda untuk menontonnya…
Masih ada koleksi saya dari Episode 7 sampai Episode 18. Tapi untuk saat ini saya posting sampai Episode 6 dulu ya biar artikelnya tidak terlalu panjang dan enak dilihat :-). Tunggu Serial selanjutnya pada Postingan berikutnya.
In the three years since its launch, Youtube has cemented itself as a pillar of UK culture. From TV highlights to music promos to weird and wonderful amateur clips, Youtube is our default source of bitesize, on-demand video content.
Advertisers and their agencies are still trying to figure out how to exploit this uber-platform; how to grasp - and realise - its potential as a vehicle for brand communication. We've uploaded our ads. We've experimented with risque films and longer forms. Some have 'gone viral', some haven't.
Beyond that, we've thrown making-ofs, out-takes and other video assets into the mix. We've linked episodes and built series. We've urged Diginatives to respond with videos of their own. But no-one has uncovered the magic formula - the formula that guarantees 10m views rather than 10,000. (Let's leave the quality of those views to one side for now - important question as it is).
There is, of course, no magic formula. Even 'be novel with your content' fails as a rule of thumb when parody, remixing and reference litter the most-viewed lists. That's not to say that Youtube can't be gamed; that there aren't tactics and ploys for success. Two recent news stories might inspire fresh thinking on how to craft a Youtube hit. These stories suggest that novel approaches to the Youtube platform - as opposed to novel Youtube content - can generate the extreme viral effects that advertisers crave. First up, the mystery surrounding Clauras Bartel's amateur music video for the CSS track Music is My Hot Hot Sex. After its initial upload last year, this relatively uninspiring video garnered a staggering 120m views before being taken down by Youtube moderators (mirror version here). Theories abound, with Bartel himself suggesting that salacious tags and and titles may have contributed to the film's unprecedented view count. Whether or not he's right, the notion that meta data - not merely optimised, but used creatively - can strongly influence a Youtube film's findability and exposure should give advertising people food for thought. With the Youtube Insight audience analysis tool on its way, naive video uploads could soon be a thing of the past.
Less mysterious, but equally inspiring, is the so-called 'Rick Rolling' craze, which has delivered 9m Youtube views for a grainy Rick Astley music promo. Rick Rolling is a playfully subversive meme spread by bloggers and forum users who disguise hyperlinks to the Astley video as links to juicy gossip stories. By thus spurning web e-tiquette, Rick Rollers have delighted their audiences and massively amplified the view count of an otherwise unremarkable video. Rebel brands seeking online engagement should take heed - their Youtube behaviour may look a little square by comparison.
To reiterate, neither of these examples offers a magic formula, or a simple prescription for advertisers. In a media environment where attention is earned, not bought, there can be no certainties of effect. (Translation: we'll still be wrestling with Youtube alchemy in another three years time.)
But what we might learn from Clauras Bartel, the Rick Rollers and other Youtube deviants, is a determination to challenge and repurpose new digital platforms. That's an 'engagement zag', in BBH speak, and it'll get us to fresher, more famous work.
A note of caution: as brand stewards we must be careful not to confuse harmless play and harmful spam. When a video marketer described his cynical ploys for blue-chip clients on TechCrunch, the blog's readers responded angrily.
For me, the acid test is simple. If a brand's tactics are part of the story and part of the fun, then they are fair game - and good game.
First and foremost, Diginatives want to be entertained. Somewhere between straight-laced behaviour and exploitative acts, there's an interesting space where brands can deliver that entertainent.
I watched the first episode of the new series of Peep Show on Channel 4 last night. It was bloody great. Comedy gold, in fact.
However, the thing that stuck in my head (curse you marketing profession) wasn't the witty screenplay, or those internal monologues for which the show is famous.
No, no. The thing I couldn't stop thinking about was this:
Yep, that's right. Peep Show has turned into a half hour advert for Mac computers.
I don't know if the timing of the recent PC vs Mac campaign featuring Mitchell and Webb was pure coincidence or pure genius. Either way, it's been live for just long enough that when Peep Show came on last night my first thought was of PCs and Macs. More precisely, it was of Mitchell's character, Mark, as a metaphor for the PC, and Webb's character, Jez, as a metaphor for the Mac.
And there lies the problem. Neither Mark nor Jez delivers a particularly flattering association. In fact, it's Mark the nerdy cynic, not Jez the insouciant chump, that I find myself strangely endeared to.
So, that's Mark over Jez. Mitchell over Webb. PC over Mac. Oopsy daisy TBWA - that clever bit of casting no longer looks quite so clever.
Interesting to see Adidas focusing on premium, athlete-generated content - as opposed to rough 'n' ready, consumer-generated content - with a new microsite supported by video teasers on YouTube. This gives the campaign a human feel without the tackiness that CGC so often imbues. (The bog-standard CGC venture is starting to look more than a little tired, even from the creatively-empowered Diginative consumer perspective).
The fact that the athletes featured in the 2007 Impossible is Nothing campaign are taking a step back from their sports to do something thoughtful and arty (but not overly pretentious) helps to keep the campaign on-brand without resorting to product-centric mundanity. Of the individual performances, David Beckham impresses with emo-like candour and sincerity, whilst Lionel Messi's revelation of childhood growth hormone issues is genuinely touching.
From a design perspective, I like the use of an urban studio scene as background: it's a nice brand fit, and makes sense as a holding device for the athletes and their artwork. I also like the video player interface - simple but stylised. I'm not so keen on the pop-up landing page - it's far from simple to bookmark and I REALLY don't like advertisers - or anyone else, for that matter - messing with my browser toolbar.
Web Designing Delhi, Technology Blog, SEO Services ,SEO Company India,Search Engine Optimization (SEO),Web Designing India
Web designing Delhi|SEO company India |Web Promotion Delhi | Technology Blog | Ethical Hacking Tips, Blogging Tips , Seo Tips, SEO Tricks, and Articles created by Dharmendra K Gupta